Rekonstruksi Peristiwa Musu Selleng dalam Perspektif Hadis (Kajian Historis dan Etika Islam)

Muh. Ilham Majid Dohe, Muhammadiyah Amin, Laode Ismail

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengkaji peristiwa Musu Selleng dalam perspektif hadis, dengan menyoroti dimensi historis, etika, dan teologis dari proses Islamisasi Sulawesi Selatan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan analisis teks historis dan tafsir hadis normatif. Data diperoleh melalui telaah sumber primer seperti Lontara Gowa serta hadis-hadis sahih yang berkaitan dengan niat, kebebasan beragama, dan keadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspansi Gowa-Tallo dalam Musu Selleng tidak hanya bermotif dakwah, tetapi juga politik dan ekonomi. Evaluasi hadis menunjukkan bahwa niat dakwah yang bercampur ambisi kekuasaan kehilangan nilai moralnya, Islamisasi melalui paksaan bertentangan dengan prinsip rahmah, dan tindakan represif melanggar prinsip keadilan Islam. Dengan demikian, Musu Selleng merupakan contoh historis tentang ketegangan antara dakwah dan kekuasaan. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya penerapan hadis sebagai kerangka etika dalam studi historiografi Islam Nusantara, sehingga sejarah tidak hanya dilihat sebagai kronologi kekuasaan, tetapi juga sebagai refleksi moral dan spiritual. Pendekatan ini membuka ruang baru bagi pengembangan studi etika Islam interdisipliner.


Keywords


Musu Selleng, Hadis, Etika Islam

Full Text:

PDF

References


Abdullah Saeed, Freedom of Religion, Apostasy and Islam (Aldershot: Ashgate, 2004).

Abu Dawud, Sunan Abi Dawud (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1990).

Ahmad S. Hidayat, ‘Ethical Dimensions of Islamic Leadership: Revisiting Classical Hadith Perspectives in Contemporary Context’, Journal of Islamic Ethics, 5. no. 2 (2021).

Al-Baihaqi, Syu‘ab Al-Iman, No. 10325 (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1995).

Al-Bukhari, Sahih Al-Bukhari, 1907.

Al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulum Al-Din (Beirut: Dar al-Ma‘rifah, 1992).

Al-Mawardi, Al-Ahkam Al-Sultaniyyah (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1994).

Al-Nawawi, Syarh Al-Nawawi ‘ala Muslim (Beirut: Dar Ihya’ al-Turath, 1990).

———, Syarh Sahih Muslim (Beirut: Dar al-Ma‘rifah, 2001).

Al-Suyuthi, Asbab Al-Wurud (Cairo: Dar al-Hadith, 2004).

Al-Nawawi, Sharh Sahih Muslim (Beirut: Dar al‑Ma‘rifah, 1972).

Anthony Reid, Southeast Asia in the Age of Commerce, 1450–1680, Vol. II: Expansion and Crisis (New Haven: Yale University Press, 1993).

Azyumardi Azra, The Origins of Islamic Reformism in Southeast Asia: Networks of Malay-Indonesian and Middle Eastern ‘Ulama’ in the Seventeenth and Eighteenth Centuries (Honolulu: University of Hawai‘i Press, 2004).

Christian Pelras, The Bugis (Oxford: Blackwell Publishers, 1996).

Fakhr al-Din al-Razi, Tafsir Al-Kabir (Beirut: Dar Ihya’ al-Turath al-‘Arabi, 1999).

Fathurrahman, ‘Recontextualizing Hadith Ethics in Modern Indonesian Society’, Journal of Contemporary Islamic Studies, 4 no.1 (2022).

Fazlur Rahman, Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition (Chicago: University of Chicago Press, 1982).

Hamka, Sejarah Umat Islam (Jakarta: Bulan Bintang, 1981).

Ibn Hajar al-‘Asqalani, Fath Al-Bari (Cairo: Dar al-Rayyan, 1986).

Ibn Rajab al-Hanbali, Jami‘ Al-‘Ulum Wa Al-Hikam (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1999).

Ibn Taymiyyah, Al-Siyasah Al-Shar‘iyyah Fi Islah Al-Ra‘i Wa Al-Ra‘Iyyah (Riyadh: Maktabah al-Rushd, 1998).

Ichsan, A. Nur, ‘Islamisasi Di Sulawesi Selatan: Perspektif Sejarah Dan Budaya’, Jurnal Lektur Keagamaan, 16 no.2 (2018).

Jonathan Brown, Hadith: Muhammad’s Legacy in the Medieval and Modern World (Oxford: Oneworld, 2009).

Lina Marlina & Irfan Arifin, ‘Hadith and Social Justice: Contemporary Relevance in Southeast Asian Contexts’, Indonesian Journal of Islamic Ethics, 6 no.2 (2022).

M. C. Ricklefs, A History of Modern Indonesia since c.1200 (Stanford: Stanford University Press, 2001).

Michael Laffan, The Makings of Indonesian Islam: Orientalism and the Narration of a Sufi Past (Princeton: Princeton University Press, 2011).

Muhammad Fadli, ‘Hadith-Based Ethical Framework for Political Conduct in Muslim Polities’, International Journal of Islamic Thought 14 no.1 (2024).

Nur Aisyah & M. A. Ramli, ‘Revisiting Islamization and Power Dynamics in South Sulawesi: A Historical and Ethical Review’, Studia Islamika 28 no.3 (2021).

R. Michael Feener, Sharia and Social Engineering in Contemporary Indonesia (Oxford: Oxford University Press, 2013).

Siti Khotimah, ‘Prophetic Leadership and Moral Governance in Muslim Societies’, Al-Izzah: Journal of Islamic Civilization Studies 8 no.1 (2023).

Yusuf al-Qaradawi, Fiqh Al-Jihad (Cairo: Maktabah Wahbah, 2009).




DOI: http://dx.doi.org/10.35931/am.v5i1.5796

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Muh. Ilham Majid Dohe, Muhammadiyah Amin, Laode Ismail

Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits

index by:

         

Publish by:

Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Amuntai


Contact us:

Address: Jl. Rakha Pakapuran, Amuntai Utara
Kabupaten : Hulu Sungai Utara
Kode Pos : 71471
Provinsi : Kalimantan Selatan
Telephone : 085251613000
Email: redaksialmuhith@gmail.com

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.